Palawan Trip Part 1: Explore Puerto Princesa

Setelah sekitar delapan bulan tinggal di Philippines, bulan lalu gue berkesempatan untuk travel ke salah satu TOP destinasi wisata di Philippines. Kata orang sih, ini kelasnya kaya Raja Ampat kalau di Indonesia. Bukan tempatnya mirip Raja Ampat, tapi level destinasinya seperti kalau orang Indonesia ke Raja Ampat. Berhubung gue belum pernah ke Raja Ampat, sulit juga untuk membandingkan dan menurut gue, setiap destinasi mempunyai keunikan masing-masing yang sudah di ciptakan yang maha kuasa. #malahceramah

Oke, jadi gimana gue bisa kesana?

Pertama, karena kebetulan gue tinggal dan bekerja di Philippines. Kedua karena ada tiket promo dari maskapai Cebu Pascific PP Manila-Puerto Princesa-Manila hanya PHP 2600 atau sekitar 700rb an yang menurut gue sangat worth it. FYI, gue beli tiket empat bulan sebelum tanggal berangkat, dan Alhamdulillah nya dapet unlimited paid leave dari kantor, jadinya asal aja tentuin tanggal berangkat yang kira-kira murah, cuss deh!

Destinasi yang kita tuju namanya Elnido, sebuah wilayah yang ada di salah satu propinsi di Philippines, yaitu Palawan. Hanya butuh waktu satu jam terbang dari Manila menuju Puerto Princesa (Ibu kota Palawan). Dari Puerto Princesa, kita masih harus menempuh perjalanan darat kurang lebih 6 jam untuk sampai di Elnido. Biasanya ada banyak mobil (van) di airport yang menawarkan jasa untuk mengantar kita ke Elnido, atau kita juga bisa meminta hotel tempat kita menginap untuk menjemput di bandara. Namun karena kami sampai Puerto Princesa siang hari, dan hotel yang kita book di Elnido baru bisa kita tempati untuk besoknya, maka kita putuskan untuk jalan-jalan dulu di kota Puerto Princesa dan berangkat ke Elnido malam hari menggunakan bus.

Tidak sulit untuk tahu tempat apa saja yang harus di kunjungi di Puerto Princesa ini. Ada banyak alternatif transportasi yang bisa membawa kita berkeliling, dari mulai Jeepney (angkot), Tricycle (semacam bentor) atau bisa juga untuk ikut one day tour dari travel agen. Dekat Puerto princesa, juga ada underground river yang termasuk salah satu 7 wonders of nature, but berhubung budget dan waktu kita terbatas, kita ngga kesana. Untuk kali ini, kita memilih berkeliling atau city tour menggunakan Tricycle. Nah uniknya, Tricycle ini memang sudah punya list destinasi apa saja yang bisa kita kunjungi. Untuk biaya, kami menyewa PHP 600 pesos untuk berkeliling seharian dari jam 12 sampai jam 9 malam. Sungguh sangat worth it!

 

20180207_122347.jpg
Tricycle Selfie with Kuya Nonoy

 

Tempat pertama yang kita tuju adalah taman kupu-kupu. Taman yang ngga luas-luas banget tapi juga ngga sempit ini memiliki banyak sekali koleksi kupu-kupu, ada juga yang masih kepompong. Uniknya, disini juga ada semacam pertunjukan kecil dari masyarakat suku asli yang di datangkan langsung dari bagian selatan pulau Palawan, namanya suku Palaw’an. Mereka memainkan beberapa alat musik, menujukan kemampuan berburu, dan kemampuan bertahan hidup (seperti menyalakan api tanpa korek alias pakai batu). Kalau kata temen yang pernah tinggal di Kalimantan, alat musik mereka sangat mirip dengan suku yang ada di Kalimantan.

 

20180207_143037
Foto sama temen-temen suku Palaw’an (ini difotoin mbanya buru-buru) 

 

Tempat kedua yang kita kunjungi yaitu Bakery Hills, yang ternyata adalah toko roti yag terkenal dan khas Palawan. Selain toko roti, di destinasi ini juga ada semacam taman bermain dan banyak spot-spot untuk berfoto. Harga roti nya pun ngga mahal-mahal amat. Masih sangat terjangkau.

 

20180207_154723.jpg
Rima bareng si Om Icon Bakery Hills

 

Destinasi ke tiga, lokasinya berdekatan dengan Bakery Hills yaitu Mitra’s Ranch, tempat ini semacam pendopo/gedung yang puny ataman yang luas dan rumput yang hijau. Disini kita juga bisa bermain flying fox atau sekedar naik kuda. Namun, berhubung kita orangnya percaya hemat pangkal kaya, jadi kita cuma duduk-duduk aja dirumput.

 

122222
Sekalian dengerincurhatan kak Rima :p

 

Destinasi, ke empat, kita menuju pantai di kota Puerto Princesa, namanya Bay Walk, selain lihat sunset, disana banyak juga jajanan seafood ikan-ikan segar yang harganya juga cukup terjangkau untuk ukuran seafood.

 

baywalk
swag ala-ala gak sabar pengen segera snorkling

 

Setelah puas berkeliling, abang tricycle menunjukan dan mengantar kita ke tempat beli oleh-oleh yang lengkap + murah kebangetan. Selama piknik di Philippines, belum nemu tuh gantungan kunci yang haranya 5 pesos saja (sekitar 1500 rupiah), jadilah kita agak kalap beli ini itu padahal piknik ke Elnido nya aja belum dimulai.

Akhirnya kita harus berpisah dengan Kuya Nonoy si abang tricycle di terminal bus menuju Elnido. Ini abang tricycle baik banget, ramah dan sabar, sepanjang jalan dia jelasin macem-macem, juga jagain banget barang-barang kita, sepanjang jalan bikin kita ngga bosen. Yang butuh transport buat jalan-jalan di Puerto Princesa, kita sempet tuh minta nomor Kuya Nonoy ini, doi biasa nongkrong di Bandara tapi menerima juga on call service. Telp kuya Nonoy +639275209143

Petualangan kita yang sesungguhnya baru dimulai, Di terminal bus Puerto Princesa, ada satu bus yang melayani hingga jam 9 malam, namanya bus Cherry (kayak buah) dengan ongkos 450 pesos saja. 6 jam di bus ngga kerasa karena kita semua minum antimo, tahu-tahu dibangunin kernetnya dibilang udah sampai Elnido.

Bersambung..

Advertisements

2 thoughts on “Palawan Trip Part 1: Explore Puerto Princesa

  1. Ditunggu nih cerita selanjutnya…. Soalnya juga saya stay di Manila, dan lagi cari-cari info buat travelling sekitar Philippines… Bravo ya…. Jadi ini cuma masih city tour ya? Apakah Mbak ada berkunjung ke Coron?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s