Dapat kerja via linkedin

Banyak banget yang bertanya-tanya, gimana ceritanya gue bisa terdampar di Philippines.

Eh gimana sih awalnya? Kok bisa?

Itulah yang semua orang tanyakan ke gue pas tahu gue kerja di Philippines, termasuk keluarga gue yang punya pertanyaan yang sama “Philippines? Kok gak umum sih, orang mah kerja di Singapore”. Begitulah kira-kira respon dari keluarga pas gue bilang dapet tawaran kerja di Philippines, katanya ngga umum, hahaha.

Well, jadi gini ceritanya, disuatu pagi yang cerah di Jakarta, waktu itu gue baru aja di tolak kerja di salah satu ecommerce gede di Indonesia, hari itu lagi galau-galau nya karena sebelumnya udah pede banget akan diterima. Yah tapi namanya juga hidup. Beruntunglah gue sudah terlatih patah hati dari dulu, walaupun sedih tapi yaudah lah ya, hidup kudu move on.

Tiba-tiba pas buka email, ada notifikasi dari linkedin di kotak masuk, ternyata seseorang mengirim pesan via linkedin. Wah, penasaran banget gue, jarang-jarang juga buka linkedin, dan bikin akun linkedin juga asalnya biar keren aja haha. Ternyata email itulah yang membawa gue sekarang kesini.

Pesan di linkedin kira-kira isinya dia lagi nyari orang yang mau gabung di perusahaan nya yang mau expand ke Indonesia. Mereka juga jelasin sedikit profil perusahaan nya disana, dan mencantumkan tautan websitenya, mereka meminta email/kontak jika gue tertarik untuk tahu lebih lanjut.

Berhubung gue orang nya sangat iseng plus selalu penasaran, tanpa pikir panjang gue bales lah dan kasih email gue. Lalu mereka balas lagi akan menghubungi via email.

Hari-hari berikutnya gak ada email masuk, sementara gue masih berusaha nyari tahu tentang perusahaan ini (walaupun hasilnya nihil dan gue masih gak paham). Sampai setelah beberapa hari, masuk lah email dari seseorang yang lain dan meminta waktu untuk interview via skype. Tanpa pikir panjang lagi (anaknya males mikir) gue bilang oke dan atur jadwal untuk skype.

Yak, hari itu datang, apesnya, karena melemnya habis ada acara di kantor dimana gue disana jadi TOA dan penggembira (dari moderator, pemandu ice breaking,  hingga beres-beres setelah acara) suara gue habis dan beneran gak bisa ngomong, tambah kepala puyeng karena kecapean. Hari itu gue tidur seharian dan lupa banget kalau ada jadwal interview. Huhu. Udah hopeless lah pasti mereka kira gue gak disiplin dan gak menghargai waktu. Walaupun telat gue email dan coba jelasin kondisinya. Eh diluar dugaan mereka sangat mengerti dan malah mendoakan gue cepat sembuh, juga bersedia untuk reschedule jadwal interview.

Gue deg-degan banget keringet dingin pas mau interview, berbagai kekhawatiran datang menghampiri, dari mulai gimana kalau ngga ngerti, gimana kalau ngga bisa jawab, gimana kalau internetnya lemot. Lalu beneran kejadian, internet lemot dan kita gak bisa video call, akhirnya hanya call aja. Karena gue orang nya sangat ingin tahu, akhirnya gue banyak lah bertanya di sesi interview itu. Sesi interview selesai di lanjutkan dengan interview-interview selanjutnya. Total gue di interview lima orang, selain itu ada juga tugas membaca artikel dan membuat video di akhir proses. Setelah gue dinyatakan diterima, mereka ngundang gue ke Philippines untuk lihat kantornya dan diskusi lebih detail tentang kontrak kerja. Mereka menanggng semua biaya dari mulai flight, akomodasi dan semua yang terkait dengan perjalanan gue ke sini. Percaya apa ngga, total waktu proses dari mulai pertama kali gue di interview sampe akhirnya gue dinyatakan diterima dan di undang untuk lihat kantornya, memakan waktu 3 bulan, belum lagi gue harus stay di kantor lama sekitar dua bulan sebelum pindah untuk menyelesaikan kerjaan dan cari pengganti.

Sekarang, udah 6 bulan disini, cerita tentang suka duka nya bisa di baca di postingan-postingan gue yang lain ya.

Advertisements

2 thoughts on “Dapat kerja via linkedin

  1. Hai Mbak Ina, perkenalkan aku Dita. Seneng banget baca blognya Mbak Ina.
    Btw mbak, aku ke Manila tanggal 10-13 Mei 2018, kalo Mbak Ina ngga sibuk boleh dong ketemu. Sampai saat ini aku belum bikin itin sih mbak, mbak Ina ada rekomendasi aku harus kemana ngga? Maunya sih ke Manila dan ke kota-kota yg bisa dijangkau jalur darat karena kalo ke Boracay ngga kuat ongkos pesawatnya hehe. Tadi aku udah cari Mbak Ina lewat Linkedin tp ngga bisa kirim message. Makasih ya mbak..

    Best regards,
    Dita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s