Surat cinta untuk Bapa..

Dear Bapa…
Apakabar Pa, lama sekali kita tidak jumpa, teriring selalu doa ananda semoga Allah selalu menjaga Bapa…Amin

Sebenarnya saking lama sekali kita tak berjumpa, aku bingung mau ngomong apa, banyak sekali yang ingin aku ceritakan sama Bapa, tentang kegiatanku sekarang yang mungkin Bapa belum tahu, tentang kuliah ku..Yaa sekarang anakmu ini sudah kuliah Pa, semester empat fakultas ekonomi jurusan manajemen di sebuah perguruan tinggi di jawa tengah. Pasti Bapa pangling kalau melihatku sekarang.

aku mungkin bukan anak yang berbakti buat bapa, tanggal lahir Bapa pun aku tak hapal, sungguh anak macam apa aku ini, tapi percayalah Pa aku selalu ingat saat aku kecil dulu, saat setiap Bapa pulang merantau dari kota, membawa banyak susu, susu kesukaanku, berkaleng-kaleng banyaknya dan saat itu aku merasa sangat senang. Aku juga masih ingat saat sebelum tidur Bapa selalu mengajariku doa-doa, jampi-jampi lebih tepatnya, dari doa kalau mau menyanyi agar suara jadi bagus, bahkan sampai doa untuk mengusir setan..Ya aku masih ingat semua itu..

Bapa ingat tidak, terakhir kali mengambil raport ku di sekolah, Ya saat itu aku kelas 3 SD, Bapa mengambil raportku sekalian dengan mengambil raport kakak, masih ingat saat itu aku ranking berapa? Ya saat itu aku ranking 4 Pa, belum bisa jadi ranking pertama seperti yang Bapa harapkan. Maaf belum bisa buat Bapa bangga.

Andai saja Bapa tahu, pas kelas 4 aku berhasil jadi yang pertama di kelas, aku mendapat ranking satu Pa, tapi sayang saat itu bukan Bapa yang mengambil raportku.

11 tahun lalu Bapa pergi untuk selamanya. Maaf karna Aku jarang mengunjungi makam Bapa, bahkan saat Bapa ga ada pun, aku tak menangis. Kalau saja Bapa tahu, aku bingung saat itu, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, sangat sedih kehilangan Bapa, sampai untuk menangis pun rasanya tak sanggup.

Kadang aku bertanya pada tuhan, kenapa mengambil Bapa begitu cepat, mengapa tak menbiarkan aku sedikit lebih lama bersama Bapa, aku sering berandai-andai, kalau saja Bapa masih ada, mungkin aku bisa seperti yang lain bercerita tentang jalan-jalan bersama ayah mereka. Tentang barang-barang yang baru di belikan seorang Bapa kpd anaknya, aku ingin merasakan itu semua. Tapi sekarang aku sudah bisa menerima Pa, mungkin ini yang terbaik yang di berikan Tuhan untuk kita, hanya 9 tahun waktuku bersama Bapa, dan itu telah kita lewati bersama dengan penuh gembira.

Jika di Tanya tentang cita-cita, sama seperti kebanyakan anak-anak lainnya, aku ingin buat Ibu sama Bapa bangga dan bahagia. Walaupun mungkin itu semua tak akan pernah bisa aku wujudkan seumur hidupku.

Aku membenci orang-orang yang tidak patuh sama orang tuanya, aku benci sama teman-temanku yang selalu mengeluh karena di larang melakukan sesuatu oleh Bapanya, mereka tak tahu bagaimana sedihnya kehilangan seorang Bapa.

Bapa tahu, aku ingin nanti punya suami yang seperti bapa, bapak yang sayang keluarga, Bapa yang perokok berat tapi berhasil mendidik semua anak-anaknya untuk tidak menjadi perokok, Bapa yang mendongeng menjelang anaknya tidur. Semoga tuhan mendengar doaku ini ya Pa..

Terakhir, aku Cuma mau bilang aku sayang sama Bapa, Bapa segalanya buat aku. maaf kalo aku belum bisa jadi anak yang membanggakan buat Bapa sampai Bapa ga ada. Aku rindu Bapa….

Oia Pa jangan lupa sampaikan salam cinta dan sayang ku untuk Ibu di surga. Tuhan jaga mereka berdua, seperti mereka menjaga dan menyayangiku selama ini..aminn

Salam sayang selalu
Ina Marwantina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s