Yamaha, Sukses dengan Tiga Pilar Strategi

Siapa yang tak tahu Yamaha, perusahaan sepeda motor yang menguasai pangsa pasar di banyak negara terutama di Indonesia. Namun siapa sangka dalam perjalanan nya, tidak semulus yang kita bayangkan. Pada awal kemunculannya Yamaha sempat terseok-seok untuk mendapatkan pangsa pasar seperti sekarang.

Yamaha Motor Indonesia atau sering disebut YMI adalah anak cabang Dari Yamaha pusat di jepang. Begitu besarnya volume penjualan Yamaha di Indonesia, Yamaha Indonesia tercatat menyumbangkan penjualan sekitar 40% dari seluruh penjualan di berbagai negara. Yamaha di Indonesia juga sudah mempunyai pabrik spare part dan assembling sendiri. Mungkin kita akan bertanya-tanya strategi apa yang digunakan Yamaha Indonesia hingga bisa sesukses sekarang?

Kesuksesan Yamaha Indonesia tak lepas dari duo Yoshiteru Takahashi dan Dyonisius Beti Yang menerapkan Tiga pilar Strategi Yamaha yaitu Produk Mangement, Brand management dan Customer & Community Management. Ketiga pilar inilah yang menjadi tonggak keberhasilan Yamaha Indonesia.

Produk management
Yamaha Indonesia yang mempunyai slogan “Semakin Di depan” berupaya untuk membuat produk berbeda kelas sehingga bisa masuk ke dalam pangsa pasar yang berbeda-beda. Yamaha dulu membuat motor Vega yang masuk ke dalam kelas premium, namun memang tidak terlalu berhasil, saat itu Yamaha memutuskan untuk membuat merk motor baru untuk masuk kelas premium yaitu Jupitera dan men down grade kan Vega ke dalam pasar low. Keputusan ini rupanya sangat tepat, Yamaha juga terus melakukan inovasi terhadap motor vega dengan menggunakan teknologi tinggi. Walau kemumculan Jupiter pertamakali kurang mendapat respon positif karna menggunakan warna oranye yang di Indonesia indentik dengan motor tukang pos, Yamaha telah melakukan riset pasar dan melakukan inovasi dari warna dan tekhologi untuk motor kelas premium Jupiter dan hasilnya sungguh luar biasa penjualan terus meningkat.
Salah satu produk yang bisa di bilang fenomenal dari Yamaha adalah saat meluncurkan motor Matic “MIO”. Strategi ini membuat Yamaha jauh lebih unggul di banding para kompetitornya HONDA, SUZUKI.
Kehadiran motor matic memang sudah tak asing di Indonesia, sebelum mio ada juga nuvo namun ketidakjelasan target dari motor matic saat itu membuat kurang di minati masyarakat. Kehadiran MIO mampu masuk pangsa pasar yang belum pernah ada, dengan target yang jelas mengusung Motor Untuk Wanita, MIO mampu menjawab kebutuhan wanita akan sepeda motor yang tidak ribet, nyaman dengan desain yang juga menawan.

Brand management
Brand manajemen sangat penting dalam sebuah perusahaan, karna produk yang baik harus juga di barengi dengan Brand Management yang baik pula. Strategi Yamaha adalah agar selalu dekat dengan konsumen. Lewat konsep Touring yang di lakukan Yamaha serta selalu hadir dalam kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional, membuat Yamaha kian melekat di benak masyarakat. Yamaha juga merubah slogan Selalu di depan menjadi semakin di depan, hal ini mempertegas bahwa Yamaha mmerupakan merk yang tangguh.
Selain itu Yamaha juga konsisten dengan Brand Ambasadornya seperi Komeng, Dedi Mizwar, an Didi petet. Bahkan Yamaha juga punya Jorge Lorenzo sebagai brand Ambasador dunia, sehingga hal ini akan semakin memperkuat manajemen merk Yamaha.

Consumer and Community Management
Dalam perjalananya Yamaha selalu menekankan kalau peran konsumen bukan hanya sekedar menjadi pembeli belaka, tapi ada komunikasi dua arah dngan konsumen. Hal ini membuat konsumen semakin tertarik dan merk yang semakin kuat di mata masyarakat. Yamaha terus mengembangkan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya, sekarang dealer-dealer Yamaha bukan hanya melayani pembelian saja, tapi melayani 3S (service, selling, Spare part).
Strategi Yamaha yang selalu ingin beda membuat Yamaha di segani di kalangan kompetitornya. Inovasi-inovasi yang terus di lakukan semakin memperkuat merk Yamaha sebagai market leader dan mempunyai market share yang luas. Seperti pada saat Honda dan Suzuki mulai membuat motor dengan 125cc, Yamaha tetap bertahan dengan mesin 110 cc namun tetap melakukan inovasi-inovasi terhadap produk-produknya itu. Dan Akhirnya Yamaha mamutuskan untuk mengeluarkan motor baru kelas premium 135cc JUPITER MX, yang menawarkan kecepatan untuk motor bebek, hasilnya respond an penjualan terus meningkat.

3 pilar strategi itulah yang membuat Yamaha bisa sesukses sekarang ini. Duo maut Takahashi yang memandang dari sisi manajemen, inovasi dan pengembangan tekhologi dengan Dyon yang tak hanya memandang dari sisi perusahaan tapi juga dari sisi konsumen dan strategi pemasaran yang luar biasa membuat Yamaha Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang menciptakan inovasi dan produk baru yang juga di impor ke negara-negara target pasar lainnya. Keputusan yang cepat dan berani mengambil resiko dari duo ini membuat Yamaha terus Semakin Di depan.

Sumber : Majalah Marketing “YAMAHA WAY” edisi Maret 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s